TANGISAN DUKA


 TANGISAN DUKA


Awan gelap  menghiasi langit kota

Kabut  hitam  menutupi cakrawala biru

Langit yang mendung seolah mengerti

di sini ada tangisan duka yang tak kunjung henti


Rintihan kepedihan  sungguh menyayat jiwa

Duka yang bertubi-tubi , menyesakkan dada

Satu per satu mereka pergi  dalam senyap

akibat virus ganas yang mematikan itu 


Tangisan duka kian membuncah

tak kala hanya bisa menatap dalam kotak ajaib persegi empat

kepergian sang guru dengan cara yang tak biasa

Duka nestapa kian menumpuk dalam relung waktu

Sejenak ada tanya pada senja yang mulai redup, 

kapan badai ini berakhir? 


Akh....perlahan-lahan senja makin hilang

seakan menghindar karena tak punya jawaban..

tangisan duka ini pun terus mengalir

mengiringi kepergian  sang guru dalam keabadian. 


Yul TH

Labuan Bajo, 01 Februari 2021.


Cat: Goresan ini kutulis dalam suasana duka yang amat dalam karena kepergian 3 dosenku  di universitas Katolik St. Paulus Ruteng karena terpapar Covid -19

1. Pak Kanis Barung

2. Pater Servulus Isaak, SVD

3. Romo Bene Dagi, Pr



Komentar

Postingan populer dari blog ini

STKIP ST.PAULUS RUTENG DALAM BINGKAI KENANGANKU

MembumikanTeologi Melalui Teopraksis (Sebuah Tinjauan Reflektis)

PPDB SMAN I KOMODO